Berita

Back To home

 Administrator / 17 Februari 2025

MUSIM HUJAN DAN KESEHATAN ANABUL

Indonesia merupakan negara yang beriklim tropis dan mengalami pergantian musim sebanyak dua kali, yakni musim penghujan dan musim kemarau. Karakteristik dari kedua musim sangat berbeda sehingga menciptakan perbedaan pada lingkungan sekitar, seperti curah hujan yang tinggi pada musim penghujan  serta suhu lingkungan yang tinggi pada musim kemarau.

Lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan seluruh makhluk hidup di dalamnya termasuk hewan peliharaan atau dapat dikenal sebagai anabul. Lingkungan dengan tingkat kelembapan yang tinggi pada musim penghujan mampu menyebakan resiko penyakit yang berbeda dengan musim kemarau. Penyakit yang kasusnya meningkat di musim penghujan adalah sebagai berikut :

1. Penyakit Akibat Virus

Feline Panleukopenia Virus (FPV), Feline Calicivirus (FCV) dan Canine Parvovirus (CPV), merupakan beberapa contoh penyakit yang disebabkan oleh virus yang mampu menginfeksi kucing atau anjing. Musim hujan dengan suhu yang lebih dingin, kelembaban udara yang tinggi, kurangnya paparan sinar matahari mampu membuat virus tahan lebih lama di lingkungan dan mampu menginfeksi hewan peliharaan yang aktif secara indoor-outdoor ataupun full outdoor serta belum divaksinasi. Oleh karena itu, sangat penting bagi pemilik hewan atau Pawrent untuk memvaksinasi serta mempertahankan vaksin ulangan Anabul.

2. Giardiasis

Giardiasis adalah istilah yang digunakan saat anabul terinfeksi Giardia. Parasit ini mampu bertahan lebih lama pada lingkungan yang dingin dan lembab. Genangan air yang muncul setelah hujan dapat menjadi habitat dari parasit tersebut. Saat anabul secara langsung meminum air genangan atau menjilat tubuh setelah bermain di sekitar genangan air, anabul dapat terinfeksi. Gejala yang timbul dapat berupa muntah, rasa sakit pada perut, atau penurunan berat badan disertai diare.

3. Leptospirosis

Leptospira merupakan bakteri yang sering menginfeksi anjing namun jarang pada kucing, mampu menyerang berbagai organ tubuh termasuk ginjal dan hati, serta dapat menyebakan kematian. Leptospira dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan urin hewan terinfeksi, ataupun secara tidak langsung melalui lingkungan yang tercemar oleh urin dari hewan pembawa, terutama hewan liar seperti tikus. Bakteri ini dapat bertahan hidup di tanah yang basah selama 180 hari serta lebih lama pada genangan air, sehingga sangat penting untuk melakukan vaksinasi pada anabul, menjaga sanitasi dan kebersihan lingkungan, serta mengawasi dan membatasi area bermain anabul.

4. Dermatofitosis (Jamuran)

Penyakit Dermaphytosis atau sering dikenal sebagai jamuran pada anabul mengalami peningkatan pada musim hujan. Hal ini disebabkan oleh tingginya tingkat kelembaban pada musim tersebut, menjadikan jamur – jamur penyebab Dermatophytosis mampu bertahan lebih lama di lingkungan ataupun di permukaan tubuh anabul. Hewan yang terkena jamuran akan menimbulkan luka kemerahan pada area kulit yang seringnya berbentuk melingkar ataupun berkerak disertai kebotakan.

Untuk mencegah anabul terkena penyakit penyakit tersebut, pawrent dapat melakukan beberapa tindakan selama musim hujan berlangsung seperti :

1. Melakukan vaksinasi dan memperhatikan jadwal vaksin ulang pada anabul.

2. Membatasi area roaming atau bermain anabul.

3. Mencegah terbentuknya genangan air di area taman atau lingkungan sekitar rumah.

4. Menjaga kebersihan tubuh anabul setelah keluar rumah.

5. Hindari kontak dengan hewan liar, baik kontak langsung antar hewan, benda benda sekitar, bahkan kontak antar kucing atau anjing liar dengan manusia juga dapat menjadi pembawa dari agen penyakit pada hewan peliharaan di rumah.

6. Memeriksa dan memperhatikan kondisi tubuh anabul serta melakukan pengecekan ke dokter hewan saat anabul mengalami gejala penyakit.

Sumber :

https://www.petmd.com/dog/general-health/rainy-day-dangers-dogs

Tan F.Y., Widyarini S., Yanuartono, Nururrozi A., Indarjulianto S. 2021. Canine Dermatophytosis in Indonesia, a Tropical Country, Compared to the Non-tropical Countries. Indonesia Journal of Veterinary Sciences, 2(2): 58-67.

Tilley P.L., Smith F.W.K.Jr., Sleeper M.M, Brainard B. 2021. Blackwell’s Five-Minute Veterinary Consult : Canine and Feline 7th ed. Wiley-Blackwell: Hoboken.

Sumber Ilustrasi : https://www.pexels.com/photo/cute-cat-looking-in-window-with-raindrops-17642995/

 

Image placeholder

Administrator